Cara Kerja Lampu Led

Lampu led saat ini sering digunakan sebagai lampu emergency, lampu dekorasi maupun sebagai lampu penerangan. Hal ini karena led mempunyai kelebihan hemat energi, warnanya bervariasi, dan bebas mercury. Lampu led hemat energi sebab untuk menyalakan satu biji led cuma dibutuhkan arus sebesar 20mA saja. Makanya saat ini produsen lampu mulai mengembangkan led untuk lampu penerangan dalam ruangan maupun luar ruangan. Hal ini membuat admin tertarik untuk mengetahui cara kerja lampu led.
cara kerja lampu led
Cara kerja LED
LED bisa menyala bila ada arus listrik mengalir dari anoda ke katoda. Led memiliki karakteristik berbeda-beda sesuai warna yang dihasilkan. Semakin tinggi arus yang mengalir pada LED maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan, namun perlu diperhatikan besarnya arus yang diperbolehkan adalah 10mA-20mA dan pada tegangan 1,6V – 3,5 V. Jika arus dan tegangan melewati batas tersebut maka LED akan terbakar. Kalau sumber arus dan tegangan lebih dari daya tahan led, agar led tidak terbakar bisa diakali dengan pemasangan resistor secara seri terhadap led. Besar nilai resistor yang harus dipasang berbanding lurus dengan besarnya arus dan tegangan sumber(lihat rumus V=I*R). Led tidak akan menyala jika polarity arus masuk terbalik. Agar pemasangan polarity tidak terbalik kita harus mengetahui cara menentukan anoda dan katoda pada led. Sebuah LED adalah sejenis diode semikonduktor istimewa. Seperti sebuah diode normal, LED terdiri dari sebuah chip bahan semikonduktor yang diisi penuh, atau di-dop, dengan ketidakmurnian untuk menciptakan sebuah struktur yang disebut p-n junction. Pembawa-muatan – elektron dan lubang mengalir ke junction dari elektrode dengan voltase berbeda. Ketika elektron bertemu dengan lubang, dia jatuh ke tingkat energi yang lebih rendah, dan melepas energi dalam bentuk photon. Pelepasan energi inilah yang menimbulkan cahaya pada led

Cara Menentukan Anoda dan Katoda Pada LED
Cara paling mudah dan sederhana untuk menentukan anoda dan katoda pada led ada 2:

  1. Dari bentuk fisik kaki-kaki led
  2. Dengan memberikan arus listrik dari baterai bertegangan 1.5V(ukuran AA atau AAA)

Menentukan anoda dan katoda dari bentuk fisik kaki-kaki led adalah dengan melihat ukuran panjang kaki led. Standar dari pabrik biasanya kaki anoda lebih panjang dari kaki katoda. Kemudian lempeng katoda lebih luas dari anoda(lihat pada bagian dalam led). Untuk lebih detil perhatikan gambar sebelumnya.
Sedangkan cara menentukan kaki anoda dan katoda dengan memberikan arus dari baterai voltase 1.5V adalah seperti berikut. Hubungkan kutup positif baterai pada sembarang kaki led, dan kutup negatif dengan satu kaki lainnya. Jika led menyala, maka kaki yang terhubung pada kutub posistif baterai adalah kaki anoda dan kaki yang terhubung pada kutub negatif baterai adalah kaki katoda. Nah, cara menentukan kaki anoda dan katoda pada led mudah kan. Pada postingan berikutnya admin akan share beberapa project sederhana yang menggunakan led. 😀

Abdul

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :
  1. Nama Nama Komponen Elektronika
  2. Membuat Alat Pengukur Suhu Ruangan Dengan Arduino
  3. Membuat Lampu Emergency Dengan Baterai hp
  4. Ide Kado Ulang Tahun Untuk Pria "Hadiah Lensa Yang Unik"
  5. Merakit Sendiri Fog Lamp Led Untuk Motor
  6. Membuat Rak Buku Elegan Dengan Lampu Dekorasi
  7. Cara Membuat Lampu Hias Keren Untuk Dekorasi Kamar
  8. Bikin Sendiri Alat Bantu Untuk Tuna Netra Dengan Arduino
  9. Membuat Rak Buku Minimalis
  10. Bingkai Photo Keren Dari Kertas Bekas

Dapatkan update terbaru facebook kami